• Photo Galery

    • January 2009
      MSSRKJS
          123
      45678910
      11121314151617
      18192021222324
      25262728293031
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1353 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 17 Juli 2008

    mEmbAngun bAngSa LeWat sAStRa

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Ketika karya-karya Pramudya Ananta Tur diberedel oleh
    pemerintah Orde Baru, banyak para pecinta sastra
    kecewa. Banyak pula para pecinta negeri ini entah
    secara terbuka atau sembunyi-sembunyi menikmati
    karya-karya Pramudya. Tetapi, bagi mereka yang belum
    bias mencecapi kemanisan sebuah karya sastra atau
    mereka yang sudah terindoktrinasi ideology tertentu,
    tidak mau atau sengaja menjauhi karya-karya sastra
    Pramudya atau karya-karya sastra yang lain. Padahal,
    lewat karya-karya sastra sebuah bangsa itu mendapatkan
    dasar bangunannya.

    Bila bangsa dianggap sebagai komunitas
    tercitra-bayangkan (imagined community), karya sastra
    merupakan salah satu ekspresi dinamik dari proses
    membangsa itu. Entah karya sastra itu diterima atau
    tidak, pada kenyataannya buah sastra itu sudah menjadi
    cerminan pergulatan dan pencitra-bayangan penulis
    dalam konteks tertentu. Dalam arti ini, dapatlah
    dikatakan bahwa pembangunan bangsa itu mungkin
    dijalani lewat sastra.

    Multi Dimensi Karya Sastra

    Sastra itu memiliki multi-dimensi. Ungkapan ini
    sangatlah tepat. Buah sastra tidak hanya memuat
    dimensi imajinatif penulisnya, tetapi juga memuat
    “kasunyatan” yang disentuh, dilihat, ataupun digulati
    dan dijalani penulis dan komunitas tertentu. Kadar
    kasunyatan ini bias kasar bias juga halus terselimuti
    symbol-simbol yang secara sengaja atau tidak
    terungkapkan. Masih ada banyak dimensi-dimensi lain
    seperti dimensi kejiwaan penulisnya, atau dimensi
    psiko-sosialnya, dsb.

    Kekayaan dimensi dalam sastra justru merupakan
    kekuatannya. Maksud penulis dengan menyebutkan
    kekuatan di sini ialah bahwa sebuah karya sastra yang
    menangkap objek sederhana bias begitu berharga justru
    karena kekayaan dimensi yang diungkapkan oleh sang
    sastrawannya. Oleh karena itu, lahirlah berbagai
    macam aliran dalam sastra, dari yang realis sampai
    dengan yang purna-modern, dari yang romantis sampai
    dengan yang absurdis-eksistensialis, dari yang
    religius sampai dengan yang ateis atau agnostic, dari
    yang liberal-borjuis sampai dengan yang kiri populis.
    Dalam sastra, itu semua menjadi kekayaan.

    Tetapi sayangnya, sejarah seringkali menunjukkan bahwa
    kelompok ideologis tertentu yang mendominasi kekuasaan
    bertindak represif terhadap aliran-aliran yang tidak
    sesuai dengan garis ideologinya. Ini dialami oleh para
    sastrawan pada abad-abad pertengahan di Eropa, atau
    oleh kelompok seniman dan sastrawan LEKRA pada jaman
    Orde Baru di Indonesia. Represi itu menunjukkan sebuah
    penghentian proses dinamis sebuah komunitas. Komunitas
    bangsa tidak lagi diberi ruang gerak leluasa untuk
    mengekspresikan dirinya lewat berbagai media, termasuk
    sastra. Para sastrawan pun secara fisik terbatasi.

    Tetapi fenomen Pramudya menunjukkan bahwa meskipun
    secara fisik ditekan, toh akal sehatnya tetap merdeka.
    Jiwa sastrawannya tidak ikut terpenjara. Justru
    sebaliknya, dari situasi keterpenjarakan, jiwa
    kesastrawanannya menjadi lebih kuat lagi, dan tercetus
    lewat karya-karyanya yang tak lapuk oleh jaman dan
    tetap memberi inspirasi banyak orang. Dari
    karya-karyanyta justru orang diajak untuk belajar
    banyak tentang artinya menjadi manusia merdeka,
    artinya membangun bangsa Indonesia. Lewat karyanya,
    Pramudya menunjukkan bahwa membangun bangsa lewat
    sastra itu tidak hanya perlu, tetapi suatu
    keniscayaan. Tanpa sastra, sebuah bangsa akan
    terjerumus ke dalam kenistaan kebangsaan tanpa rasa
    kemanusiaan. Sastra mengingatkan bangsa hakekatnya
    sebagai komunitas manusia.

    Konteks Kini

    Lalu tentu saja pertanyaannya sekarang adalah bangsa
    Indonesia yang seperti apakah yang dibayangkan dalam
    sastra? Pertanyaan ini tidak hanya memacu setiap
    sastrawan untuk mencari jawabannya sendiri, tetapi
    juga bagi para pecinta sastra di Indonesia sendiri.

    Setelah jatuhnya rezim Soeharto dengan mesin
    ideologinya Orde Baru, orang-orang generasi reformasi
    ternyata belum memiliki bayangan yang kokoh tentang
    kebangsaan Indonesia yang akan diterus-hidupkan.
    Bahkan beberapa kelompok sudah jatuh pada ideology
    sectarian yang siap menghurah kebersamaan kita
    sebagai bangsa Indonesia. Sementara itu kelompok
    konservatif yang didukung kekuatan militer terus saja
    berkutat dengan argumentasi yang kaku (demi NKRI)
    tanpa membuka diri terhadap bahasa yang mampu
    mengakomodasi berbagai tuntutan kelompok tertentu.

    Sebuah citra-bayangan bangsa yang segar sebetulnya
    pernah dicetuskan. Citra-bayangan bangsa ini
    diungkapkan sebagai Indoensia Baru yang mendasarkan
    diri terutama pada kemanusiaan dan keadilan. Ini
    sebenarnya bukan cita-cita yang baru. Bahkan merupakan
    cita-cita yang secara jelas tergambarkan dalam UUD
    1945 oleh para pendiri bangsa. Hanya saja, cita-cita
    itu terasa baru justru dalam situasi reformasi dan
    pendobrakan tirani Orde Baru.

    Sayangnya citra-gambaran Indonesia Baru itu kurang
    disambut secara meriah. Bahkan tenggelam oleh
    sorak-sorai reformasi yang tanpa arah. Akibatnya,
    konflik kepentingan kelompok semakin menajam, tidak
    hanya pada level politik tetapi juga pada level
    masyarakat terutama dalam kelompok etnik dan agama.
    Upaya amandemen UUD 1945 dan perangkat
    undang-undangnya belum menunjukkan hasil yang bias
    sungguh memberikan fondasi yang kuat untuk sebuah
    citra-bayangan bangsa Indonesia.

    Penulis hanya mengkhawatirkan bahwa apa yang pernah
    ditulis sejarawan Romawi kuno, Tacitus akan sungguh
    terjadi. Dikatakan, “Corruptissima in republica
    plurimae leges”. Artinya, kebobrokan paling besar dari
    negara tercermin dalam banyakya hukum dan peraturan
    yang dibuat. Kasus UU Sisdiknas yang lalu bagi penulis
    mengindikasikan suatu bahaya bagi kelangsungan bangsa
    Indonesia. Dalam kontroversinya, kita tidak hanya
    menemukan “no trust” (tiadanya kepercayaan, dan
    adanya kecurigaan) antar sesame anak bangsa, tetapi
    sudah sampai pada “hatred” (kebencian). Bila ini masih
    akan dipakai dalam hidup bersama sebagai bangsa, tentu
    saja kerapuhan bangunan bangsa ini memang semakin
    dipupuki.

    Situasi ini menjadi tantangan bagi dunia sastra, tidak
    hanya menjadi objeknya. Sastra mestinya berpihak pada
    kemanusiaan. Konteks yang cenderung anti-kemanusiaan
    adalah lading kurusetra-nya sastrawan. Dengan kekuatan
    pena, sastrawan mampu meluluhkan kecurigaan dan
    kebencian. Tentu saja tidak tanpa resiko. Salah satu
    resikonya adalah bahwa dunia sastra akan menjadi
    sasaran kecurigaan dan kebencian itu sendiri. Dunia
    sastra dapat dituduh terlalu diperbudak oleh
    cita-citanya.


    Menurut hemat penulis, itulah memang resikonya. Dengan
    kepekaannya sendiri, seorang sastrawan mampu
    mencuatkan gumpalan-gumpalan kerinduan insane manusia
    di tengah galaunya kehidupan. Di tengah keredupan roda
    hidup kebangsaan, seorang sastrawan mampu memberikan
    sepercik kehangatan dalam tulisan. Sastra mampu
    memberi cita-rasa hidup bersama. Sastra mampu
    meneteskan embun segar di kemarau panjang kebangsaan
    kita.

    Semoga. amiEnn....

     

    (read more ...)

    17 Juli 2008

    BahaYa unTuk reMaja

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

    Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.

    Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

    makanYa aYO kiTa seMua jAuhi NARKOBA Laughing

    (read more ...)

    17 Juli 2008

    niCh gW kASih tW!!!!

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

      tw gk.... Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

    Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

    Dampak Fisik:

    1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi

    2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah

    3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim

    4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru

    5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur

    6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual

    7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)

    8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya

    9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

    Dampak Psikis:

    1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah

    2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

    3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

    4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan

    5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

    Dampak Sosial:

    1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan

    2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga

    3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

    Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
    nah udah tau kan seKarang...??Wink pastinya kamu-kamu semua gk pngen kan kyak gtu...??? pikirin deCh matang-matang... Oce....


    (read more ...)

    16 Juli 2008

    MeNjauhi NarkoBa aTau mAti!!!!

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

    Hai..... Kawula muda awas AIDS!  Surprised Hindari penggunaan jarum suntik bersama-sama."Itu pesan moral bernada imperatif pada selembar kertas di loket klinik Program Terapi Rumatan Metadon, Puskesmas Tanjung Priok, Jakarta Utara yang melayani 140 mantan pencandu heroin.

    Sekelompok anak muda kurus, ceking, pucat pasi, lesuh dengan mata cekung, tampak duduk santai di pintu masuk klinik itu. "Kami mantan pengguna narkoba suntikan jenis heroin. Namun saat ini sedang menjalani terapi metadon agar segera hidup normal lagi" kata FR (22), salah satu di antara pemuda itu.
     
    Di belakangnya, tampak DI (29) duduk menyenderkan badanya yang kurus kerempeng pada tembok dinding klinik. Kepalanya, ditutupi topi pet warna putih, tiada henti digeleng-geleng atau diangguk-angguk dengan mata terpejam. "Dia sedang on, tetapi sudah lebih baik setelah seminggu menjalani terapi metadon di sini," kata FR.
     
    Tak jauh dari mereka, beberapa pemuda lain bersenda gurau membicarakan pekerjaan mereka. Satu dua orang lagi antre mendapatkan metadon untuk diminum di loket klinik. "Berkat metadon, hidup kami mulai berubah lebih baik," kata In (22), seorang klien lainnya.
     
    FR mulai berkenalan dengan jarum suntik heroin ketika duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama (SMP) di Tanjung Priok. "Waktu itu saya dikenalkan kakak rekan kelasku setelah membayarnya Rp 40.000," kenangnya.
     
    Uang itu sebenarnya untuk biaya sekolah. "Setelah sekali mencoba, saya ketagian. Kelakuan buruk saya belum ketahuan orangtua. Namun belakangan mereka mencurigai kondisi fisik saya karena berat badan terus menurun. Apalagi saya mulai suka bolos dari sekolah hingga akhirnya benar-benar berhenti di kelas satu sekolah menengah atas (SMA)," tuturnya lirih.
     
    Berkali-kali orangtua FR melarang kebiasaan buruknya. "Setiap kali dilarang, saya semakin gila. Saya lalu bilang kepada mereka, melarang sama artinya membunuh. Karena sayang, mereka lalu menyelipkan uang Rp 200.000 setiap hari di bawah bantal saya. Dengan uang itu saya bisa bertahan, bisa beli putau lagi. Orangtua saya tampak amat tersiksa batinnya," tutur anak kedua dari dua bersaudara itu.
     
    Setiap usai menyuntikkan heroin ke tubuhnya, FR merasa hidup di surga dunia. "Pada saat sedang on, saya merasa dunia ini indah, tetapi setelah drop, badan saya tersiksa. Begitu seterusnya. Setelah bertahun-tahun tenggelam dalam kebiasaan seperti itu, serta banyaknya larangan dari rekan-rekan dan orang tua, saya pun ingin berhenti. Tetapi saat yang bersamaan, tubuh terus didorong agar tidak boleh melepaskan jarum suntik," katanya.
     
    Dia mengaku, hidup menjadi tidak teratur. Selalu begadang hingga larut malam, bahkan subuh keesokan harinya, jarang makan, berat badan merosot jauh. "Jarang mandi, dan jauh dari kehidupan yang sehat," katanya.
     
    Kisah serupa diungkap rekan-rekannya yang lain. DI (29) mulai mengenal heroin di tempat kerjanya di Pelabuhan Tanjung Priok, setelah empat tahun bekerja sebagai buruh muatan kapal laut. "Saya kenal heroin dari teman kerja. Di sekitar saya ternyata ada banyak pecandu hingga akhirnya saya larut dalam kebiasaan buruk itu. Uang habis, pekerjaan hilang, hidup terkatung-katung tidak jelas sampai akhirnya saya ditangkap polisi," kata DI.
     
    Dia pun mengaku sempat menghuni RS Salemba selama 10 bulan. "Di dalam penjara ini saya tersiksa karena sakau. Namun setelah tahu jaringannya saya pun bisa menikmati putau suntik dan isap di dalam penjara. Kemudian saya dipindahkan ke penjara di Cirebon selama 2,5 tahun," katanya.
     
    Isk sempat dua kali keluar masuk penjara sejak dia memakai heroin suntik tahun 1997. Rata-rata klien yang mengikuti terapi metadon ini mengenal putau sejak usia sekolah dasar hingga SMP. Jf (24), mulai mengenal jarum suntik heroin sejak kelas III SMP, tahun 1996. "Awalnya saya pakai yang isap, tetapi dua tahun kemudian saya memakai jarum suntik," kata Jf.
     
    Bersamaan dengan dibukanya klinik PTRM di Puskesmas Tanjung Priok Juli 2006, FR dan Jf pun mulai mengikuti terapi. DI dan Is mengikuti terapi itu baru sepekan silam. "Terapi ini amat baik, mengapa tidak dari dulu dibuka. Kasihan generasi muda, sudah banyak yang mati sia-sia karena narkoba," kata Isk dan teman-temannya.
     
    "Setelah kami mengikuti terapi metadon, hidup lebih teratur. Tidak pernah begadang lagi, makan dan minum teratur. Bagun pagi sudah bisa mandi, nonton acara televisi, dan bahkan seperti saya sudah bisa bekerja kembali. Kami semua merasa lebih sehat. Tidak lagi hidup dalam kenikmatan semu sesaat, tidak lagi hidup dalam mimpi-mimpi," kata DI dan Isk.
     
    Kepala Puskesmas Tanjung Priok, Lingkan ARW mengungkapkan, ada 140 dari 243 mantan pengguna narkoba suntikan jenis heroin saat ini mengikuti PTRM di klinik puskesmas. Jumalh 140 orang itu sudah terlalu banyak, namun karena ditangani tim khusus, mereka bisa dilayani tiap hari, termasuk hari libur.
     
    Kata Lingkan, metadon adalah opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin, tetapi tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat. Biasanya, metadon (methadone) disediakan sebagai program substitusi atau pengganti (rumatan) heroin yang sebelumnya dipakai pecandu. Lambat laun tubuh mereka akan menolak semua jenis narkoba. Puskesman ini jadi model dan rujuan dari daerah lain di Indonesia.
     
    PTRM adalah program jangka panjang, dengan dosis individual. Artinya, setiap klien diberi dosis sesuai tingkat keparahannya hingga sembuh. Tidak disuntik tetapi diminum. Takaran terendah 25 mililiter, dan tertinggi 180 mililiter. Dosisnya naik perlahan, stabil (optimal), dan turun perlahan pula, dan diminum setiap hari. Berbahaya jika disertai pemaiakan narkoba dan alkohol, atau obat penenang.
     
    Wali Kota Jakarta Utara, Effendi Anas memuji terapi ini karena bisa menghindari generasi muda mati dini. Apalagi penggunaan jarum suntik bersama, disertai seks bebas, menyebabkan mudah terinfeksi HIV/AIDS. Surprised

    mAka dari itu, aYO kita seMua peRangi NarKoba.... uNtuk inDOnesia ku...... dan kita merDeka-kan bAngsa kita dari NARkoba.

    kita tinggal pilih MERDEKA  aTAU MATI

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    NarKoba buKan Obat Kuat!!!!

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

    Meskipun telah ditemukan pabrik narkoba terbesar, baik di Tangerang maupun di Batu Jawa Timur, hal ini tidak menyiutkan nyali para pengguna narkoba. Bahkan penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini semakin marak, baik kalangan muda maupun orang tua.

    Banyak alasan mengapa sebagian orang menggunakan bahan terlarang dan mematikan ini, salah satunya sebagai gaya hidup yang modern. Bisa juga karena pengaruh teman, sebagai pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis lagi, banyak orang yang beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan hubungan seksual bisa menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga sering kita dengar adanya pesta narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks. Atau ada suatu anggapan yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba.

    Sebenarnya merupakan suatu tipu daya jika ada orang yang mengatakan bahwa narkoba dapat meningkatkan kemampuan dan kenikmatan seks. Bisa juga pandangan ini adalah cara yang dipakai oleh para pengedar narkoba untuk merayu pembeli, karena sekali orang merasakan narkoba, mereka akan ketagihan dan terus ketagihan.

    Mengkonsumsi narkoba bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan. Narkoba yang terdiri dari beragam jenis ini memiliki pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa pemakainya, diantaranya:

    HEROIN

    Pada pria akan terjadi penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya gairah seksual, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Sedangkan pada wanita, menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan dan mengecilnya payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks.

    MARIJUANA

    Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Sehingga bagi pria akan berakibat mengecilnya ukuran testis dan menurunnya kadar hormon testosteron. Juga akan berakibat pembesaran payudara, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi dan gangguan sperma. Sementara bagi wanita akan berpengaruh terjadinya gangguan sel telur, hambatan untuk hamil dan terhambatnya proses kelahiran disamping dorongan seksual yang menurun.

    ECSTASY

    Ecstasy dapat meningkatkan pelepasan Neurotransmitter Dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan Neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk perilaku seksual. Maka peningkatan Dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual, yaitu melakukan aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal.

    DEPRESAN

    Depresan atau lebih dikenal sebagai obat penenang akan mengganggu metabolisme hormon testosteron jika digunakan secara berlebihan, yang mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi pada pria. Sedangkan pada wanita akan mengganggu menstruasi dan juga menurunnya dorongan seksual.

    Jika ada orang yang mengaku fungsi seksualnya menjadi lebih baik setelah mengkonsumsi narkoba, itu hanya disebabkan pengaruh negatif narkoba. Karena setelah mengkonsumsi narkoba, ecstasy misalnya, akan merasa lebih segar dan merasa fungsi seksualnya menjadi lebih baik. Sehingga tak takut melakukan hubungan seksual yang beresiko tinggi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi.

    Anggapan narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual harus diluruskan, bukan kekuatan, justru kekecewaan yang didapat. Tetapi apapun alasannya, jauhi barang haram tersebut jika tak ingin menyesal di kemudian hari. So, SAY NO TO DRUG!

    Duch ternyata banyak bangetz y kerugian yang diakibatkan NARKOBA bagi tubuh kita dan kehidupan kita.... makanya saya ingetin lagi JAUHILAH NARKOBA KARNA NARKOBA ITU ADALAH TELURNYA SETAN...

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    aKibaT peNyaLahguNaan NarKoba

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

    Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.

    Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

    Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.

    Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
    Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.

    Benarkah narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual?

    Tidak benar narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual. Melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh semua jenis narkoba, baik secara fisik maupun psikis, sebenarnya tidak ada pengaruh yang positif terhadap fungsi seksual. Sebaliknya, justru pengaruh negatif yang dapat terjadi.

    Tetapi sayang banyak warga masyarakat yang telah tertipu oleh informasi salah, yang sangat mungkin sengaja disebarkan oleh para pedagang narkoba. Informasi salah bahwa narkoba dapat meningkatkan gairah seksual dan dapat memperkuat kemampuan seksual merupakan informasi yang telah menyesatkan banyak orang.

    Banyak orang yang percaya dengan informasi itu, lalu menggunakan narkoba dan akhirnya tidak dapat melepaskan diri. Bukan manfaat terhadap fungsi seksual yang didapat, melainkan berbagai akibat buruk, bahkan kematian.

    Bagaimana pengaruh narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi?

    Gangguan fungsi seksual dan reproduksi yang terjadi, tergantung pada jenis narkoba yang digunakan dan jangka waktu menggunakan bahan yang berbahaya itu. Benikut akan diuraikan pengaruh beberapa jenis narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi.

    Heroin

    Walaupun menimbulkan euforia, tidak berarti heroin memberikan pengaruh positif bagi fungsi seksual dan reproduksi. Heroin justru menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria terjadi penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seksual, disfungsi ereksi, dan hambatan ejakulasi. Pada wanita, beberapa pengaruh buruk terjadi juga pada fungsi seksual dan reproduksi, yaitu menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara, dan keluarnya cairan dari payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks, baik pada pria maupun wanita.

    Marijuana

    Selain menimbulkan pengaruh halusinasi, marijuana juga menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual. Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Berbagai akibat pada fungsi seksual dan reproduksi dapat terjadi karena penggunaan marijuana. Beberapa akibat pada pria ialah mengecilnya ukuran testis (buah pelir) dan menurunnya kadar hormon testosteron. Lebih lanjut mengakibatkan pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, dan gangguan sperma. Pada wanita terjadi gangguan sel telur, hambatan menjadi hamil, dan terhambatnya proses kelahiran, di samping dorongan seksual yang menurun.

    Ecstasy

    Karena bersifat stimulan, maka ecstasy menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, dan ingin bergerak terus. Tetapi walaupun memberikan pengaruh yang bersifat merangsang, tidak berarti ecstasy menimbulkan pengaruh yang positif bagi fungsi seksual. Ecstasy meningkatkan pelepasan neurotransmitter dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk terhadap perilaku seksual. Maka peningkatan dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual.

    Pengguna ecstasy menjadi berani, tanpa kontrol, melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi. Bahkan pengguna ecstasy mungkin dapat melakukan suatu aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal. Perilaku seksual tanpa kontrol ini tentu sangat berisiko tinggi, antara lain bagi penularan Penyakit Menular Seksual, seperti HIV/AIDS. Bila digunakan oleh wanita hamil, ecstasy dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi sampai tujuh kali lebih besar daripada bila tidak menggunakan.

    Depresan

    Depresan atau obat penenang yang digunakan berlebihan juga dapat menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual, baik pada pria maupun Wanita. Sebagai contoh penyalahgunaan barbiturat yang dapat mengganggu metabolisme hormon testosteron dan estrogen. Maka pada wanita, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan gangguan menstruasi dan menurunnya dorongan seksual. Lebih jauh keadaan ini berakibat hambatan dalam mencapai orgasme. Pada pria, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Kalau akibat ini timbul, justru bukan ketenangan yang didapat, melainkan menjadi semakin gelisah dan kecewa.

    Mengapa sebagian pengguna narkoba mengaku fungsi seksualnya lebih baik?

    Kalau ada sebagian pengguna narkoba yang mengaku fungsi seksualnya lebih baik, sebenarnya itu adalah pengakuan yang palsu tetapi tidak disadari. Perasaan bahwa fungsi seksualnya lebih baik, terutama justru disebabkan oleh pengaruh negatif narkoba.

    Sebagai contoh, karena menggunakan ecstasy mereka merasa lebih segar dan bergembira sehingga merasa fungsi seksualnya juga lebih baik. Pengguna ecstasy menjadi lebih berani karena kehilangan kontrol sehingga tidak takut melakukan hubungan seksual, termasuk hubungan seksual yang berisiko tinggi.

    Pengguna depresan atau obat penenang merasa lebih tenang sehingga lebih berani melakukan hubungan seksual, bahkan dengan siapa saja. Karena itu mereka beranggapan fungsi seksualnya lebih baik setelah menggunakan depresan. Jadi pengakuan mereka sebenarnya adalah pengakuan palsu yang tidak mereka ketahui. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi. Di samping itu, tentu mereka akan mengalami ketergantungan terhadap narkoba dengan segala akibat buruknya, sampai pada kematian.

    waduh2... ternyata naRkoba juga bisa berpengaruh pada fungsi seksual kita y... makanya semuanya gw gk bakal lupa untuk selalu ingetin pada kalian semua ataupun para kaula muda untuk SAY' NO TO DRUG'S & JAUHILAH NARKOBA...

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    EfEk nArkoBA bAgi kiTa

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

    Manusia mempunyai sifat yang holistik, dalam artian manusia adalah makhluk fisik, psikologis, sekaligus rohani, dan aspek-aspek ini saling berkaitan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Sebagai makhluk yang berfisik, memiliki kelemahan-kelemahan fisik adalah hal yang nyata bahkan ungkapan yang umum mengatakan bahwa manusia mulai mati sejak ia dilahirkan. Secara literal, sesudah orang-orang berusia 40-an maka ribuan sel otaknya mulai mati setiap harinya. Manusia harus terus berjuang untuk melawan berbagai penyakit fisik yang datang dalam hidupnya. Hal yang tidak tampak dari luar adalah kenyataan bahwa kondisi fisik manusia secara integral berkaitan dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya dan rohaninya. Demikian pula sebaliknya.

    Masalah Fisik sebagai Penyebab Masalah Emosi

    Kondisi fisik mempunyai pengaruh langsung terhadap kesehatan emosi manusia, misalnya penyakit-penyakit tertentu sekaligus penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengobati problema-problema fisik dapat menimbulkan gejala-gejala atau simptom depresi. Penyakit- penyakit yang dapat menyebabkan depresi antara lain penyakit- penyakit yang disebabkan oleh virus (mononukleosis dan pneumonia), gangguan endokrin (hypothyroidisme), kanker, dan multiple sklerosis. Depresi juga dapat timbul karena dampak-dampak yang ditimbulkan oleh obat-obatan, termasuk di dalamnya adalah obat penenang mayor dan minor, pil KB, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, dan alkohol.

    Gejala kecemasan yang dirasakan seseorang kadang-kadang juga berkaitan dengan kondisi fisiknya. Perasaan tegang, gemetar, atau bahkan panik misalnya dapat disebabkan oleh gangguan endokrin (hyperthyroidisme), ketidaknormalan hormon (phenochromocitoma), dan berbagai macam obat-obatan yang mengandung kafein, ganja, LSD, PCP, dan amfetamine.

    Psikosis atau kehilangan pijakan atas realita merupakan salah satu dari berbagai gangguan emosi yang ada yang disebabkan oleh masalah- masalah fisik seperti porphyria, Wilson’s disease, Huntington’s chorea, gangguan endokrin, dan tumor temporal lobe otak. Selain itu ada pula obat-obatan yang menyebabkan seseorang benar-benar kehilangan kontak dengan realitas. Obat-obatan tersebut antara lain obat-obat terlarang seperti amphetamin, kokain, LSD, PCP, dan ganja; resep dokter yang ditujukan untuk mengobati depresi, Parkinson, atau TBC; alkohol; dan bahkan obat-obatan seperti obat yang dihirup, bromida yang berisi senyawa kimia adalah untuk meredakan kecemasan, dan obat tidur.

    Kepribadian seseorang bahkan dapat juga berubah karena masalah- masalah fisik, seperti perubahan pribadi seseorang karena sakit pikun misalnya.

    Gangguan Emosi sebagai Penyebab Gangguan Fisik

    Jika problem fisik dapat menyebabkan gangguan emosi, begitu pula sebaliknya, gangguan emosi dapat menyebabkan gangguan fisik. Stres misalnya seringkali dianggap sebagai penyebab utama penyakit fisik psiko-fisiologis (maag/ulcer, colitis, tekanan darah tinggi). Orang yang hidup dalam kehidupan penuh dengan tekanan atau terikat dengan jadwal yang sangat ketat berpotensi berpenyakit jantung koroner. Fakta yang benar-benar mengejutkan tentang stres adalah kenyataan bahwa stres dapat menyebabkan neurotransmiter hilang dari otak (norepinephrine, serotonin, dopamine) sehingga orang yang bersangkutan mengalami depresi atau psikosis. Stres juga dapat memperlambat proses penyembuhan bagian-bagian tubuh yang mengalami infeksi karena penyakit atau habis dioperasi. Kesepian misalnya merupakan faktor potensial penyebab penyakit jantung koroner atau kanker. Suatu penelitian bahkan pernah mengatakan bahwa pada tahun pertama setelah kematian salah seorang anggota keluarga, angka kematian akan meningkat tujuh kali lipat lebih banyak.

    Gangguan Emosi dan Fisik dapat Mempengaruhi Kehidupan Rohani

    Indikasi lain yang membuktikan bahwa aspek-aspek dalam diri manusia saling berkaitan dan mempengaruhi adalah kenyataan bahwa gangguan emosi dan fisik ikut pula mempengaruhi kehidupan rohani seseorang. Seseorang yang memiliki penyakit epilepsi temporal-lobe misalnya, akan memperlihatkan kecenderungan untuk mengalami perubahan interes akan agama dan bermoral baik. Seseorang yang memiliki gejala gangguan psikotik mungkin akan asyik dengan hal-hal yang berbau keagamaan. Sedangkan orang yang memiliki kecenderungan obsesive- kompulsif neurosis sering kali merasa ketakutan kalau-kalau dia melakukan dosa yang tak termaafkan atau seandainya dia tidak mempercayai Kristus lagi. Pada pasien manic-depresif, ia sering kali berbicara dengan menggunakan jargon-jargon keagamaan. Sementara itu, orang-orang schizofrenia atau berkepribadian ganda sering kali dianggap kerasukan setan, padahal tidak. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengobatan anti-psikotik.

    Faktor-faktor Genetik Penyebab Kecenderungan Masalah-masalah

    Walaupun kita tidak mewarisi masalah-masalah psikologis, mungkin kita mewarisi faktor-faktor genetik yang membuat kita memiliki kecenderungan mengalami masalah-masalah psikologis tertentu. Ada sejumlah penelitian yang mendukung pendapat yang dikemukakan ini. Misalnya saja, schizophrenia dalam populasi umum hanya 1% saja. Namun demikian, bila salah satu dari orangtua kita adalah penderita schizoprenia, maka resiko keturunannya terkena schizophrenia meningkat menjadi 50%, tetapi kalau yang terkena adalah kedua-duanya maka resiko juga ikut meningkat menjadi dua kali lipat. Untuk kembar fraternal, bila salah satunya menderita schizophrenia, maka resiko menderita schizophrenia pada kembarannya meningkat menjadi 10%. Sebaliknya, bila yang menderita adalah satu dari dua anak kembar identik, maka resiko kembarannya ikut menderita schizophrenia lebih besar lagi, yaitu 50%. Resiko ini tetap ada walaupun salah satu dari saudara kembar tersebut dipisahkan bahkan sejak dari lahir.

    Tingkat gangguan jiwa manic-depresif juga memberikan suatu bukti akan adanya kecenderungan masalah-masalah fisik yang mempengaruhi masalah-masalah psikologis. Keluarga dekat penderita manic-depresif memiliki potensi dua puluh kali lipat terkena manic depresif dibandingkan dengan populasi umum. Penelitian atas anak kembar (termasuk juga kembar yang dipisahkan sejak kecil) semakin menguatkan bukti akan adanya pengaruh dari faktor genetik terhadap problem-problem psikologis. Penelitian hubungan genetik yang pernah dilakukan memberikan suatu bukti yang mengejutkan yaitu bahwa pada jenis tertentu manic-depresif, kromosom x merupakan kromosom karier.

    Lebih dari itu, dari banyak penelitian telah dilakukan tentang pengaruh genetik terhadap problem psikologis individual membuktikan bahwa ada suatu hubungan antara kelemahan genetik dengan kasus-kasus depresi yang lain. Misalnya saja, 30% dari penderita depresi yang diteliti ternyata memiliki sejarah depresi dalam keluarganya. Bila penderita adalah salah satu dari kembar fraternal, maka kembarannya memiliki potensi terkena depresi hanya 10%. Namun jika yang menderita depresi adalah salah satu dari kembar identik, maka resiko terkena depresi bagi kembarannya meningkat menjadi 76%. Bagi kembar identik yang dipisahkan sejak kecil, potensi terkena depresi bila salah satu dari mereka terkena depresi tetap besar, yaitu 67%. Data yang diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan cukup besar. Meskipun menyimpulkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh faktor keturunan adalah keliru, kelemahan genetik memang dapat membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan psikologis tertentu. Stres dapat juga merupakan manifestasi dari kelemahan genetik tersebut.

    Kesimpulannya, manusia memang makhluk fisik tetapi ia lebih dari sekedar makhluk fisik. Manusia mempunyai sisi psikologis dan rohani dimana seluruh aspek fisik, psikologis dan rohani saling berkaitan dan mempengaruhi. Inilah yang menyebabkan manusia memiliki sifat holistik. Penyakit-penyakit yang menyerang fisik dapat menyebabkan timbulnya gejala-gejala psikologis. Sebaliknya, stres juga dapat menyebabkan problem fisik. Sedangkan masalah-masalah rohani dapat berakar dari atau disebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis.

    Ada suatu contoh menarik tentang bagaimana sifat holistik manusia dapat mempengaruhi kehidupan manusia secara keseluruhan. Seorang petugas gereja yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya dan sikap- sikapnya, tiba-tiba berubah sering mengucapkan kata-kata yang tidak pantas didengar dan melakukan pelecehan seksual terhadap wanita- wanita yang kebetulan berada didekatnya. Namun, pada waktu yang hampir bersamaan pula, dia juga bisa berbicara hal-hal yang menyangkut masalah agama dan rohani. Dengan demikian, petugas ini kelihatannya dapat melakukan tindakan dosa pada suatu waktu dan tiba- tiba bisa menjadi super relijius pada waktu yang hampir bersamaan. Setelah petugas gereja ini diperiksa ternyata ia mengalami suatu bentuk serangan penyakit yang tidak hanya menyerangnya secara fisik saja, tetapi juga secara psikologis dan rohani. Setelah diberikan pengobatan yang intensif, akhirnya ia dapat sembuh dari gangguan yang dialaminya secara bertahap dan dapat kembali kedalam kehidupannya yang normal.

    tuch... gMna...????? makanya q selalu ingetin JAUHILAH NARKOBA brow....

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    PenGaruh oBat paDA oTAk kita

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Sifat dan Pengaruh Narkoba Sifat dan Pengaruh Narkoba
    Menstimulir atau merangsang sistem syaraf pusat

    Zat atau obat-obatan stimulan adalah jenis zat yang dapat merangsang sistem syaraf pusat. Dan biasanya dapat meningkatkan kesadaran. Kegairahan dan kesegaran (segar dan bersemangat). Contoh yang paling dikenal atau paling banyak disalahgunakan

    1. Extacy zat sintetik amfetamin, bisanya dibuat dalam bentuk pil, merangsang syaraf otonom, pemakai jadi gembira dan pede
    2. Shabu zat metilamfetamin (turunan amfetamin) larut dalam alkohol dan air, biasanya berbentuk kristal putih, merangsang sistem syaraf pusat, dampaknya lebih kuat dari extacy. Biasanya lebih gembira. Pede dan tambah berani

    1.3. Depresan Zat atau obat depresan adalah sejenis obat yang berfungsi mengurangi aktivitas fungsional tubuh pemakainya hingga ia merasa tenang, tertidur atau tidak sadar.
    2.Contoh yang paling banyak disalahgunakan :
    3.Ophium, heroin putaw à berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sintesis (tapi bukan psikotropika ) bentuknya bermacam-macam bisa padat, serbuk (putih atau coklat), cairan kental, dll, mengandung zat pemabukan, merangsang system syaraf pusat/otak, pemakai jadi tenang, hilang rasa sakit, gelisah, tidak peduli arah lingkungan/acuh
    4.Halusinogen  apat menimbulkan halusinasi atau kesan palsu merupakan zat atau obat alamiah atau sintetik yang mengubah persepsi dan pikiran seseorang (halusinasi) sehingga hilang kesadaran akan ruang, waktu, dan perasaan (curiga) yang berlebihan

    contoh yang paling dikenal atau banyak yang disalahgunakan adalah :

    Daun Ganja Atau Daun Koka = berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sintesis (tapi bukan psikotropika) biasanya dalam bentuk lintingan daun (ganja), atau serbuk putih (heroin) mengandung zat memabukan, merangsang sistem syaraf pusat atau otak, pemakai tenang, hilang rasa sakit gelisah, tidak peduli lingkungan atau acuh.
      Dampak Buruk Narkoba

    1. Ekstasy

    1. Pada rongga mulut à mulut terasa kering. Kaku pada pangkal lidah dan otot rahang serta dapat mengakibatkan luka pada lidah bibir
    2. Pada jantung à memacu denyut jantung diatas normal. Dampak buruknya bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung hingga kematian
    3. Pada otak à mengakibatkan gangguan pada otak berupa depresi. Paranoid dan bahkan sampai terjadi kerusakan permanen pada otak
    4. Pada pencernakan –> nafsu makan turun, daya tahan tubuh menurun drastis, mudah sakit dan mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pada ginjal dan hat yang dapat menyebabkan kematian

    2. Shabu-shabu

    1. Pada mata à anda akan melihat sesuatu yang tidak ingin anda lihat
    2. Pada kulit pembuluh darah akan mengalami panas yang berlebihan dan pecah
    3. Pada otak menyebabkan depresi, kepanikan, kecemasan yang berlebihan dan padat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
    4. Pada hati  bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sabu-sabu bisa melemahkan akitvitas sel-sel hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati.

    3. Cimeng

    1. Pada kulit terlihat kering danm keriput, dan seperti usia tua
    2. Pada pencernakan  nafsu makan hilang melemahnya daya pikir dan rasa letih yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kematian
    3. Pada otak à menimbulkan depresi, hiperaktif, tak bisa mengendalikan diri, dan penggunaan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen
    4. Pada mata à mata menjadi merah, sukar tidur, gangguan presepsi pemghilatan dan padat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal bagi dirinya.

    4. Cocain

    1. Pada otak à menyebabkan depresi yang tidak bisa mengendalikan diri, cepat marah, hiperaktif dan mudah melakukan tindak pidana
    2. Pada mata à pupil mata melebar yang menyebabkan insomnia (sukar tidur), gangguan persepsi penglihatan dan gangguan kecepatan reaksi hingga dapat menyebabkan kecelakaan
    3. Pada kulit à timbul bintik merah keriput pada kulit dan seperti lebih tua
      Pada jantung à tekanan darah meningkat yang berakibat pecahnya pembuluh darah hingga dapat menyebabkan kematian

     5. Putaw

    1. Pada otak à menyebabkan gangguan konesntrasi, penurunan daya ingat, gangguan proses berpikir, gangguan perilaku dan pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanent.
    2. Pada mulut à terasa kering, kaku, dan bicara cadel
    3. Pada kulit à menjadi kering dan keriput, tampak usia lebih tua
    4. Pada jantung à memacu denyut jantung, tekanan darah meningkat, dampak buruknya mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung dan menyebabkan kematian
    5. Pada pecernakan à mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pda organ-organ tubuh
      Dampak Jangka Panjang

    ·        Magic mushrooms

    1. Pada otak kenangan masa lalu akan bangkit, khususnya pengalaman buruk (bad trip) dapat juga menimbulkan mimpi buruk (nightmare) seperti di neraka. Pemakaian yan terus menerus akan menyababkan kerusakan dan kematian sel otak secara permanen
    2. Pada lidah menyebabkan kekakuan dan gangguan sensifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit menelan
    3. Pada mata terjadi gangguan persepsi penglihtan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain
    4. Pada pencernakan terjadi keracunan yang mengkibatkan mual dan muntah-muntah yang tak tertahankan, sehingga dapat menimbulakan dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang dapat menimbulkan kematian
    duCh seREm y... ich... makanya freind JAUHILAH NARKOBA.. Oce untuk kita sendiri ko.......

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    JauHi NarKoba, piLihan beRAt tApi seHAT

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Hai smuanya.. ni gw punya karangan baru tentang narkoba, baca y dengan serius.. hehe...Wink

           KAMAR kos mahasiswa di bilangan Desa Hegarmanah, Kec. Cikeruh, Kab. Sumedang itu begitu pengap. Kepulan asap memenuhi ruangan kamar mungil berukuran 4×6 meter persegi itu. Susah sekali mencari oksigen “murni” untuk bernapas. Kendati demikian, tiga pemuda tampak sama sekali tak merasa terganggu oleh keadaan tersebut. Terus saja mereka mengisap lintingan kertas di tangan dan kemudian menyedot asapnya dalam-dalam.

    Rijal (20), Fulan (20), dan Ghulam (21), sebut saja begitu nama-nama mahasiswa. Nikmat sekali tampaknya. Tak heran, seolah tak ada sedikit pun asap yang luput dari sedotan mereka. Padahal, sebagian asap sudah melayang di udara, bahkan di antaranya sudah ada pula yang hampir berberai.

    Sekilas, apa yang mereka isap tak ubahnya seperti rokok. Hanya, perbedaan langsung terasa begitu mencium “aroma” asap yang keluar dari lintingan tersebut. “Aroma” itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan rokok. Lebih “banget”, bau, menyesakkan, sekaligus memeningkan kepala. Ya, ketiga mahasiswa itu sedang mengisap…ganja!

    Ketiga mahasiswa itu mengaku belum lama menggunakan ganja. Baru beberapa bulan, kata Rijal, ketika beban studi semakin berat. Bukan itu saja, ganja juga dijadikan semacam pelarian dari masalah keluarga yang tengah dihadapinya. “Di saat beban studi saya semakin berat, muncul masalah keluarga. Tak hanya persoalan ekonomi keluarga, tetapi juga ada persoalan lain yang membuat saya pusing. Sejak itulah saya ‘berkenalan’ dengan ‘barang’ ini. Diajak temen sih, mulanya. Lama-lama, keenakan dan tak ingin meninggalkannya,” ungkap Rijal.

    Meskipun begitu, Rijal enggan disebut pecandu. Alasannya, dirinya hanya sesekali mengisap. Itu pun dalam rentang waktu yang agak lama. “Ya, biasanya sih hanya 2-3 kali dalam sebulan saya mengisap ganja. Kalau saya benar-benar enggak kuat. Sejauh ini, tak ada pengaruh apa pun pada diri saya. Apalagi, ketergantungan. Enggak…enggak sama sekali,” tegasnya.

    Lain halnya dengan Ghulam. Ia mengaku, sudah lebih dari dua tahun “bergaul” dengan barang haram tersebut. Saat itu, ia masih tercatat sebagai salah satu SMU swasta di Kota Jakarta. “Sebagai anak muda, mulanya hanya pengen coba-coba. Akan tetapi, lama-kelamaan saya menjadi gandrung dan kemudian kecanduan. Rasanya, ada saja yang kurang kalau dalam sehari tidak mengisap ganja,” ujar bungsu dari tiga bersaudara tersebut.

    Ketika pertama kali, tambah Fulan, ada perasaan bersalah pada dirinya. Apalagi, mengingat dirinya merupakan salah seorang lulusan sebuah ma’had (pondok pesantren) terkenal di bilangan Jakarta Selatan. “Kadang-kadang, ada keinginan untuk menghentikan semuanya. Akan tetapi, enggak tahu kenapa, rasanya berat sekali,” tutur Fulan.

    BEGITULAH, pengaruh narkoba begitu jahat sehingga nyawa manusia pun bisa hilang akibat penyalahgunaan zat terlarang tersebut. Efek yang ditimbulkan narkoba bisa dikategorikan dalam tiga golongan, yakni depresan (membuat perasaan tenang, euforia), stimulan (membuat bergairah, tidak heran, jadi pemicu seks bebas!), dan halusinogen (menimbulkan halusinasi). Dengan kenikmatan semu yang ditawarkan narkoba, banyak orang yang terperangkap di dalamnya sehingga para penyalah guna narkoba sering tidak menyadari bahwa maut sedang menjemput mereka.

    Akibat buruknya pengaruh narkoba tersebut, tidak heran narkoba telah menjadi salah satu pokok permasalahan krusial di seluruh negara di planet ini. Terkait dengan penyalahgunaan narkoba atau lebih dikenal sebagai NAPZA (narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif), negara-negara di dunia pun sepakat berkolaborasi mengentaskan narkoba dari kehidupan manusia. Karena itu, peringatan “Hari Madat Sedunia” pun dirayakan di semua negara. Sekadar mengingatkan bahwa bahaya narkoba selalu mengintai kehidupan manusia. Dalam perayaan itu pula, dilakukan kegiatan “lights on” atau menyalakan lampu kendaraan mulai dari pukul 10.00-14.00 WIB. Kegiatan seremonial semacam ini merupakan dukungan terhadap gerakan antinarkoba. Tentu saja, peringatan seremonial demikian tidak akan ada artinya tanpa aksi nyata.

    Dalam hal ini, salah satu persoalan mendasar dari gerakan antinarkoba di negara kita adalah masih lemahnya komitmen penegakan hukum. Contohnya, sampai detik ini, penerapan hukuman mati kepada terpidana mati narkoba belum dilaksanakan. Padahal, dengan hukuman semacam itu, diharapkan muncul efek jera kepada para pengedar narkoba. Selain itu, kita sebagai bagian dari masyarakat Indonesia juga bisa berkontribusi terhadap aksi nyata memberantas narkoba, yakni dengan memilih hidup sehat. Jauh dari narkoba, berarti kita sudah melakukan aksi nyata memberantas pengaruh buruk narkoba.

    Memang tidak dapat disangkal, pengaruh narkoba begitu jahat, mengubah seseorang yang awalnya berkarakter baik menjadi jahat, seseorang yang awalnya sehat menjadi sakit bahkan semaput. Gaya hidup materialistis dan hedonistis memicu banyak orang untuk menyelesaikan persoalan hidup dengan cara-cara instan. Parahnya, penggunaan narkoba juga dijadikan sebagian orang sebagai cerminan gaya hidup kosmopolitan. Ini benar-benar salah kaprah. Hanya gara-gara banyak pengguna narkoba artis ternama atau atlet ternama, sejumlah anak muda yang mengidolakan mereka juga ikut-ikutan menggunakan zat terlarang tersebut.

    Sudah banyak kasus di dunia ini yang memperlihatkan kepada kita betapa jahatnya narkoba itu. Kematian sejumlah orang ternama seperi Elvis Presley, Marlyn Monroe, juga disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Belum lagi, kelompok masyarakat lainnya yang tidak terdeteksi oleh media massa.

    Karena begitu kejamnya pengaruh narkoba terhadap kehidupan manusia, dunia pun sepakat narkoba harus diberantas. Dalam hal ini, United Nations Office for Drugs and Crimes (UNODC) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan Narkoba sepakat memperingati hari atimadat sedunia setiap tanggal 26 Juni. Melalui peringatan tersebut, setidaknya, setiap tahun pada tanggal tersebut, kita diingatkan bahwa narkoba adalah maut bagi kehidupan manusia. Narkoba harus dijauhkan dari kehidupan manusia. Dalam hal ini, ungkapan “lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah solusi jitu untuk mengeradikasi masalah narkoba dari kehidupan manusia.

    Dengan hidup jauh dari narkoba maka kita akan hidup sehat. Untuk itulah, tepat kiranya pada peringatan hari antimadat sedunia tahun ini, UNODC menetapkan tema universal yakni “Value Yourself…Make Healthy Choices.” Dengan tema ini, kita disadarkan bahwa jika kita memang sayang pada tubuh kita maka kita pun harus membuat pilihan-pilihan hidup yang sehat. Dengan mengatakan tidak pada narkoba, kita sudah melakukan pilihan hidup yang positif. Tubuh kita adalah karunia dari Tuhan. Karena itu, sudah seharusnya kita juga menghargai hasil ciptaan Tuhan dengan menjauhkan tubuh kita dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

    Sayangilah tubuh kita. Misalnya, dengan tidak merokok, kita sudah menjauhkan narkoba dari tubuh kita. Pasalnya berdasarkan penelitian merokok adalah gerbang menuju seseorang menjadi pemadat. Lagi pula, rokok itu juga sudah terbukti merusak kesehatan. Pilihan yang sulit memang. Tetapi, jika kita berpikir rasional, sudah pasti kita akan meninggalkan rokok.

    Nah dh loe baca kan.... N pstinya loe bisa menyimpulkan apa maksudnya...... N gw ingetin lagi JAUHILAH NARKOBA JIKA KITA TIDAK INGIN MERUSAK TUBUH KITA SENDIRI N KATAKAN SAY NO TO DRUG'S.    Oce fRiend...Wink

    (read more ...)

    07 Juli 2008

    TipS meNghinDari NARKOBA

    Ditulis oleh Odhe Junandha Riady dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Apapun tawaran dan janji-janji manisnya tetap katakan dengan tegas TIDAAK !!!

    atau dengan bahasa gaul, Emooh….aku !!

    Jika dilingkungan pergaulanmu, kamu temukan kawanmu yang terlibat narkoba, berikan nasehat dengan kasih sayang, berikan pengertian akibat kerugian yang ditimbulkan karena narkoba, terutama pada dirinya sendiri.

    Beraktifitaslah dalam kegiatan yang sehat dan positif. Sering lakukan diskusi sebab akibat narkoba bersama teman-temanmu.

    Belajar giat, raih prestasi adalah hasil dari otak yang sehat.

    inGat... inGat.. jAngan Lupa y... Wink

     

    Image

    (read more ...)
    footer